Pengertian, Simbol dan Contoh Flowmap Lengkap

Pernahkah Anda mendengar istilah Flowmap? Mungkin bagi Anda orang awam jarang mendengar dan bahkan tidak tahu apa itu Flowmap. Namun, dalam dunia manajemen, istilah Flowmap ini sudah sangat sering di dengar.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan Flowmap dan seperti apa contoh Flowmap itu? Nah, bagi Anda yang ingin tahu penjelasan mengenai Flowmap, berikut ini akan dibahas secara lengkap mengenai Flowmap. Untuk lebih jelasnya, langsung saja baca selengkapnya di sini.

Pengertian Flowmap

Apa itu Flowmap? Flowmap adalah sebuah campuran antara peta dengan flowchart yang digunakan untuk menggerakan benda dari satu lokasi menuju ke lokasi lainnya. Misalnya saja seperti jumlah orang yang melakukan migrasi, jumlah paket dalam jaringan maupun jumlah barang yang diperjualbelikan. 

Adapun Flowmap sendiri digunakan untuk menolong analisis dan programmer dalam hal memecahkan masalah yang berikatan dengan alternatif-alternatif lain dalam pengoperasiannya. 

Bagaimana Cara Membuat Flowmap?

Setelah Anda mengetahui pengertiannya, Anda juga harus mengetahui cara membuat Flowmap. Terlebih lagi jika Anda adalah seorang analis maupun programmer. Lantas, bagaimana cara membuat Flowmap itu?

Dalam proses pembuatan Flowmap itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang analis dan programer. Diantara hal tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Proses penggambaran Flowmap dilakukan mulai dari halaman atas menuju ke bawah kemudian dari kiri menuju ke kanan. 
  • Selain itu, dalam proses penggambarannya, aktivitas menggambar harus dilakukan dengan hari-hati. Tidak hanya itu saja, namun setiap definisi yang ada pada Flowmap juga harus dimengerti oleh para pembacanya. 
  • Selain itu, waktu memulai dan berakhir dari proses Flowmap juga harus ditentukan dengan jelas. 
  • Selain itu, setiap langkah yang terjadi pada aktivitas ini juga harus sesuai dengan urutannya yang benar.
  • Ruang lingkup serta range dari aktivitas ini juga harus sedang  yang mana digambarkan secara hati-hati. 
  • Untuk pengguna simbol Flowmap yang digunakan merupakan simbol flowchart yang standar saja. 

Fungsi Flowmap

Bicara soal fungsinya, sebenarnya fungsi dari Flowmap itu digunakan untuk apa? Untuk Anda yang ingin tahu berikut ini adalah fungsi Flowmap secara umum. 

  • Flowmap digunakan untuk menggambarkan suatu aktivitas yang apa saja yang terjadi.
  • Flowmap juga digunakan untuk menjabarkan suatu aliran dokumen yang terlihat. 
  • Flowmap digunakan untuk mendefinisikan suatu hubungan yang terjadi antara pelaku proses (bagan), proses manual maupun berbasis komputer serta aliran data yang berupa dokumen yang dimasukkan dan dikeluarkan. 

Simbol-Simbol Flowmap


Dari simbol-simbol di atas digunakan untuk menjelaskan beberapa hal di bawah ini:

  1. Dokumen: dokumen digunakan untuk menunjukan dokumen input maupun dokumen output untuk menjalankan proses yang manual maupun secara komputerisasi. 
  2. Proses: suatu kegiatan yang dilakukan oleh komputerisasi.
  3. Proses manual: suatu kegiatan dalam memproses data yang dilakukan dengan menggunakan cara yang manual. 
  4. Garis alir: ini adalah sebuah proses yang menunjukkan bagaimana alir data atau proses menuju ke proses. 
  5. Data store: data store adalah suatu data yang digunakan untuk menunjukkan penyimpanan dokumen secara non komputer.
  6. Database: adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan data yang bersifat database.
  7. Data elektronik: merupakan data yang digunakan untuk menunjukkan laporan data secara elektronik. 

Jenis-Jenis Flowmap

Dilihat dari jenisnya, Flowmap itu dibagi menjadi lima jenis. Apa saja lima jenis itu? Yuk langsung saja simak selengkapnya di bawah ini. 

  • Flowchart sistem  (system flowchart)
  • Flowchart skematik (schematic Flowchart)
  • Flowchart Paperwork/ flowchart dokumen ( document Flowchart)
  • Flowchart program (program Flowchart)
  • Flowchart proses (proses Flowchart).

Contoh Flowmap yang Bisa Dijadikan Referensi

Setelah Anda membaca penjelasan mengenai flowchart di atas, tentunya Anda perlu tahu penjelasan dari Flowmap. Seperti apa contoh Flowmap itu, langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. 

Ini adalah contoh Flowmap prosedur pengambilan KPR yang bisa dijadikan referensi

(Gambar Flowmap)

Adapun penjelasan dari Flowmap yang sudah disebutkan di atas dari prosedur pengambilan KPR antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Pertama adalah para konsumen akan mendatangi pihak pengembang atau development kemudian melakukan peninjauan terhadap rumah yang telah ditawarkan. 
  2. Setelah itu, jika konsumen sepakat dan menyetujui harga dari rumah yang ditawarkan, maka selanjutnya konsumen tersebut harus membayarkan uang muka KPR. Jika uang muka tidak segera dibayarkan, maka konsumen akan dianggap tidak jadi membeli rumah tersebut.
  3. Jika konsumen sudah setuju da dan membayar uang muka, maka kemudian ia akan mendapatkan kwitasi pemesanan serta surat-surat pemesanan rumah (SPR) yang berasal dari pihak administrasi. 
  4. Jika kwitansi dan surat pemesanan sudah ada di angan, maka yang harus dilakukan oleh konsumen adalah dengan melengkapi sekaligus menyerahkan berkas-berkas KPR yang diperlukan kepada pihak administrasi sehingga nantinya berkas tersebut akan berubah menjadi berkas KPR.
  5. Langkah selanjutnya adalah konsumen akan melunasi uang muka, buaya startagei s dan biaya lainnya kepada pihak administrasi. Kemudian, bagian administrasi akan memberikan kwitansi pembayaran yang nantinya akan diberikan kepada pihak konsumen. 
  6. Jika pihak konsumen telah berhasil mendapatkan kwitansi dari bukti pembayaran yang dilakukan, maka selanjutnya konsumen akan melakukan wawancara dan diundang secara langsung oleh pihak bank. Ketika konsumen berhasil lolos pada tahap wawancara, maka langkah selanjutnya adalah akan tercipta akad kredit.

Namun, jika pada saat wawancara dengan pihak bank tidak lolos, maka dengan terpaksa pihak konsumen tidak bisa mengambil KPR meskipun telah membayar uang muka. 

  1. Jika pihak bank menyatakan lolos, selanjutnya akad kredit ini akan dilakukan leh pihak engembang/developer dengan pihak konsemen. 
  2. Berdasarkan akad kredit yang telah dilakukan inilah maka kemudian pihak developer/ pengembang akan melakukan penyerahan kunci rumah yang telah dibeli kepada pihak konsumen. 
  3. Jika pihak konsumen telah menerima kunci dari pihak pengembang/developer, aka dalam hal ini roses kredit KPR telah selesai. Selanjutnya, konsumen hanya perlu melakukan pembayaran secara rutin setiap bulannya. 

Dari contoh Flowmap yang telah disebutkan di atas dan penjelasannya menunjukkan bahwa Flowmap ini akan menjelaskan sebuah proses yang berjalan dari awal hingga akhir. Nah, dalam proses pembuatan Flowmap ini juga harus jelas dan urut dalam menjelaskan.

Oleh karenanya, pihak konsumen tetap bisa paham dan tahu setiap tujuan yang akan dicapai dari proses Flowmap ini. seperti halnya penjelasan yang dijelaskan di atas, penjelasan tersebut dijelaskan secara rinci dan siapa saja yang membacanya pasti akan tahu maksudnya.

Namun, jika hanya Flowmap tanpa ada penjelasan, belum tahu pihak yang membaca akan tahu maksud dari Flowmap itu. Untuk itu, dalam proses pembuatan Flowmap harus dilakukan dengan teliti dan benar. 

Dari penjelasan tentang pengertian Flowmap, contoh Flowmap, dan juga simbol-simbol yang kami rangkum dari ngertiaja.com diharapkan bisa memberikan wawasan dan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Semoga informasi ini dapat sedikit membantu dan membuat Anda lebih paham tentang apa yang dimaksud dengan Flowmap itu.